This Blog is under maintenance. please keep support our blog. thanks.

Labels

Saturday, July 14, 2012

Laporan Praktikum Struktur Hewan "Rangka"

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rangka atau skeleton merupakan alat gerak pada vertebrata. Sistem rangka itu tersusun dari tulang–tulang yang bersatu membentuk suatu fungsi yaitu alat gerak. Pada vertebrata sistem rangka terdiri dari dua bagian yaitu rangka sumbu (axial) dan rangka apendikuler. Rangka axial terdiri dari tulang tengkorak (cranium), tulang belakang (columna vertebratalis), tulang dada (sternum), dan tulang rusuk (costae). Rangka apendikuler terdiri dari tulang gelang bahu (pectoral) dan tulang gelang panggul (pelvic). Pada tulang gelang bahu terdapat tulang-tulang ekstrimitas depan dan pada tulang gelang panggul terdapat tulang - tulang ekstrimitas belakang.

Praktikum sistem rangka kali ini dilakukan dengan cara mengetahui dan menyebutkan tulang –tulang penyusun rangka manusia dan penyusun rangka sapi. Alat peraga yang digunakan adalah rangka manusia dan sapi karena keduanya merupakan contoh dari vertebrata. Setelah mengetahui nama–nama tulang penyusun sistem rangka maka praktikan dapat mengetahui letak dan fungsi masing–masing tulang tersebut dengan baik.

1.2 Permasalahan

Permasalahan yang dihadapi pada praktikum ini adalah bagaimana cara mengetahui dan memahami struktur anatomi dan histologi tulang rawan dari mamalia (vertebrata).

1.3 Tujuan

Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui dan memahami struktur anatomi dan histologi tulang rawan dari mamalia (vertebrata).

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Sistem Rangka (Skeleton)

Skeleton adalah istilah untuk rangka tubuh hewan. Pada vertebrata, skeleton tersusun oleh kartilago, tulang dan kombinasi keduanya. Skeleton merupakan endoskeleton yang berasal dari mesodermis. Jaringan–jaringan skeletal dapat dibedakan menjadi jaringan ikat, kartilago dan tulang. Sistem rangka dibagi menjadi 2 bagian, yaitu skeleton axial dan skeleton apendikuler.

(Nurhayati, 2004)

2.2 Skeleton Axial

Skeleton axial primitiv tersusun oleh notokord yang dapat ditemukan pada perkembangan awal pada semua chordate yang selanjutnya digantikan oleh columna vertebratalis. Skeleton axial terdiri dari tulang tengkorak, columna spinalis, vertebrae, corpus dan sentrum, costae (rusuk), dan sternum. (Nurhayati, 2004)

2.2.1 Tulang tengkorak

Tulang tengkorak merupakan salah satu endoskelet yang terdapat di daerah kepala. Tersusun oleh bagian–bagian tulang yang bermacam–macam yang menjadi satu kesatuan yang kompleks. Pada Cranium terdapat neurocranium, splanchnocranium (viscerocranium), dan dermatocranium. Neurocranium merupakan tulang tempat otak disimpan. Splanchnocranium merupakan tulang atau skelet yang mengelilingi mulut, faring, dan insang. Dan dermatocranium adalah seluruh skelet cranium yang berasal dari penulangan dermal, baik neuro maupun splanchnocranium (Nurhayati, 2004).

Penulangan yang terjadi pada neurocranium menghasilkan 5 kelompok tulang yaitu orbitoshenethmoid, sphenoid posterior, occipital, nasal, dan tulang–tulang kapsula optik. Spanchnocranium tersusun atas suatu rangkaian yang mengelilingi bagian anterior tructus digestivus dan tersusun atas cartilage yang berpasangan dan cartilage medialis (Nurhayati, 2004).

Dermatocranium adalah tulang–tulang dermal yang melindungi neurocranium. Ada beberapa tulang dermal berdasarkan lokasinya:

1. Tulang dermal daerah neurocranium

Terdiri dari pasangan tulang nasal, frontal, dan parietal.

2. Tulang dermal sekeliling orbital

Terdiri dari tulang lakrimal, tulang squamasal, dan tulang intertemporal.

3. Tulang dermal pada rahang atas

4. Tulang dermal pada palatal atau tulang langit–langit

5. Tulang – tulang dermal pada rahang bawah (Nurhayati, 2004).

2.2.2 Tulang belakang (Columna vertebratae)

Tulang belakang berfungsi membentuk sumbu tubuh. Tulang belakang bersifat fleksibel (tidak kaku) karena beruas dan setiap ruas dihubungkan oleh cakram interverbal yang tersusun dari tulang rawan. Persendian antara ruas-ruas tulang belakang memungkinkan gerakan ke depan, belakang, dan samping. Bentuk tulang belakang secara keseluruhan melengkung untuk menguatkan dan menyeimbangkan bentuk tubuh saat berdiri (Syamsuri, 2004).

Tulang belakang terdiri dari 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, serta tulang kelangkang (sacrum) dan tulang ekor. Pada orang dewasa, tulang kelangkang tunggal merupakan gabungan dari 5 ruas tulang belakang. Demikian juga tulang ekor merupakan tulang tunggal hasil fusi 4 atau 5 tulang belakang (Syamsuri, 2004).

Tiap ruas tulang belakang memiliki struktur yang ama kecuali dua ruas paling atas, yaitu tulang atlas dan tulang aksis. Tulang atlas memiliki persendian khusus dengan tulang tengkorak sehingga memungkinkan kepala dapat mengangguk. Adanya tulang atlas dan tulang aksis ini memungkinkan kepala dapat bergerak berputar (Syamsuri, 2004).

2.2.3 Costae (rusuk)

Rusuk adalah penengerasan kartilago intesegmental atau penggantian tulang yang berartikulasi dengan tulang belakang. Awalnya mereka adalah perpanjangan dari sumbu yang bertambah lengkung. Tulang- tulang itu kemudian mengalami osifikasi atau pengerasan pada tulang.

(Hildebran, 1988)

Tulang rusuk sejati ada 7 pasang dan melekat langsung pada tulang dada. Tulang rusuk palsu ada 5 pasang, yaitu 3 tulang rusuk yang melekat pada tulang rusuk di atasnya, dan 2 pasang tulang rusuk melayang (Syamsuri, 2004).

2.2.4 Sternum (tulang dada)

Tulang dada adalah elemen rangka tengah ventral yang biasanya berartikulasi dengan banyak tulang rusuk toraks anterior. Fungsinya adalah untuk menguatkan bentuk tubuh, membantu melindungi organ-organ dalam, dan mengakomodasi otot-otot dari bahu. Selain itu tulang dada juga berfungsi sebagai pelindung organ yang sangat penting yaitu sebagi pelindung dari paru-paru (Hildebrand, 2004).

Tulang dada berbentuk seperti pisau belati. Tulang dada terdiri dari tiga bagian, yaitu hulu (manubrium), badan, dan taju pedang (xipoid processus). Manubrium bersambungan denagan klavikula dan tulang rusuk pertama. Bagian badan merupakan tempat melekatnya 9 tulang rusuk berikutnya.

(Syamsuri, 2004)

2.3 Skeleton Apendikular

Skeleton apendikular dibangun oleh gelang pectoral dan gelang pelvic. Gelang pectoral padanya melekat ekstremitas depan yang dapat berupa rawan dan tulang. Gelang pelvic padanya melekat ekstrimitas belakang juga dapat berupa rawan atau tulang (Nurhayati, 2004).

Tulang anggota gerak atas meliputi tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius), tulang pangkal tangan (karpus), tulang telapak tangan (metacarpus), dan jari tangan (falang). Tulang hasta terletak satu garis dengan kelingking, sedangkan tulang pengumpil terletak satu garis dengan ibu jari (Syamsuri, 2004).

Tulang anggota gerak bawah meliputi tulang paha (femur), tulang tempurung lutut (patella), tulang betis (fibula), tulang kering (tibia), tulang pangkal kaki (tarsal), tulang telapak kaki (metatarsus), dan tulang jari kaki (falang). Tulang-tulang tungkai menyangga tubuh untuk berdiri sehingga dapat bebas bergerak (Syamsuri, 2004).

2.4 Histogenesis Jaringan Tulang

Jaringan tulang berkembang dari osifikasi intramembranosa yang terjadi di dalam suatu lapisan (membran) jaringan ikat atau dengan endokondral yang terjadi di dalam model rawan. Model tersebut secara berangsur–angsur dihancurkan dan digantikan oleh tulang yang dibentuk dari sel–sel yang berasal dari jaringan ikat periosteum didekatnya. Berdasarkan cara pembentukannya osifikasi dibedakan menjadi dua yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi endokondral (Nurhayati, 2004).

2.4.1 Osifikasi Intramembranosa

Osifikasi Intramembranosa terjadi di dalam jaringan ikat, os parientalis, os fronlatis, tulang tengkorak,os oksipitalis, os temporalis, mandibula dan maksila. Proses ini dimulai ketika kelompok- kelompok menyerupai fibroblast muda berdiferensiasi menjadi osteoblast. Kemudian terjadi sintesa osteoid dan kalsifikasi yang menyebabkan penyelubungan beberapa osteoblast menjadi osteosit. Pulau – pulau tulang yang sedang berkembang disebut spikulum. Sel membrane jaringan ikat memebelah diri, sehingga menghasilkan lebih banyak osteoblast sebagai pusat osifikasi. Beberapa pusat osifikasi tulang tumbuh secara radial dan akhirnya bersatu menggantikan jaringan ikat pertama (Nurhayati,2004).

2.4.2 Osifikasi Endokondral

Osifikasi endokondral terjadi di dalam suatu potongan jaringan rawan hyalin yang bekerja mirip uluran kecil tulang yang akan dibentuk. Jenis osifikasi ini untuk pembentukan tulang pendek dan tulang panjang. Osifikasi endokonral terdiri dari dua proses:

a. Proses 1: Hipertrofi dan destruksi kondrosit sehingga menghasilkan lakuna yang meluas dan dipisahkan oleh spectrum matriks rawan yang mengalami kalsifikasi.

b. Proses 2 : Tunas osteogenik yang terdiri dari prekursor osteogenik dan kapiler darah yang menembus ke dalam ruang–ruang yang ditinggalkan oleh kondrosit yang mengalami degenerasi. Sel yang belum berdiferensiasi menghasilkan osteoblast sehingga tulang terbentuk di tempat dimana dulu terdapat rawan (Nurhayati,2004).

2.5 Macam-Macam Bentuk Tulang

Berdasarkan bentuknya tulang dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu tulang pipa, tulang pipih dan tulang pendek.

a. Tulang Pipa

Disebut tulang pipa karena bentukknya seperti pipa, yaitu bulat, memanjang, bagian tengahnya berlubang. Contohnya tulang lengan, tulang paha, tungkai, dan ruas-ruas tulang jari. Tualang pipa terdiri dari 3 bagian, yaitu kedua ujung yang bersendian denagn tulang lain disebut epifisis, bagian tengah disebut diafisus, dan antara epifisis dan diafisis dalah cakra epifisis (Syamsuri, 2004).

b. Tulang Pipih

Tulang pipih bentuknya pipih, terdiri atas lempengan tulang kompak dan tulang spons. Di dalamnya berisi sumsum merah. Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel dahar putih. Contohnua tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul dan tulang dahi (Syamsuri, 2004).

c. Tulang Pendek

Tulang pendek sering disebut sebagai ruas tulang karena bentuknya bulat dan pendek. Di dalamnya berisi sumsum merah yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel darah putih. Contoh tulang pendek adalah tulang-tulang pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan dan telapak kaki serta ruas-ruas tulang belakang (Syamsuri, 2004).

2.6 Fungsi Rangka

Fungsi rangka pada vertebrata mempunyai beberapa fungsi yaitu:

1. Menegakkan badan, misalnya tulang-tulang punggung

2. Memberi bentuk badan, misalnya tulang-tulang tengkorak member bentuk wajah

3. Melindungi bagian-bagian tubuh yang penting

4. Tempat melekatnya otot

5. Tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih

6. Sebagai alat gerak pasif

(Syamsuri, 2004)

BAB III

METODOLOGI

3.1 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah rangka manusia dan rangka sapi.

3.2 Cara Kerja

3.2.1 Rangka manusia

Rangka manusia


- Diamati

- Digambar

- Diberi keterangan

Hasil


3.2.2 Rangka sapi


- Diamati

- Digambar

- Diberi keterangan

-

Hasil

-


BAB IV

ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

4.1 Data Pengamatan

4.1.1 Rangka Manusia


Keterangan gambar:

1. Cranium

2. Maxilla

3. Mandibula

4. Klavikula

5. Skapula

6. Columna vertebratalis

7. Sternum

8. Costae

9. Humerus

10. Radius

11. Ulna

12. Karpal

13. Metakarpal

14. Falang

15. Pelvis

16. Ilium

17. Sakrum

18. Femur

19. Patela

20. Tibia

21. Fibula

22. Talus

23. Naviculus

24. Tarsal

25. Metatarsal

26. Falang

Deskripsi:

Skeleton adalah istilah untuk rangka tubuh hewan. Pada vertebrata, skeleton tersusun oleh kartilago, tulang dan kombinasi keduanya. Skeleton merupakan endoskeleton yang berasal dari mesodermis. Jaringan–jaringan skeletal dapat dibedakan menjadi jaringan ikat, katilago dan tulang. Sistem rangka dibagi menjadi 2 bagian, yaitu skeleton axial dan skeleton apendikuler (Nurhayati, 2004).

Skeleton axial terdiri dari tulang tengkorak (cranium), columna spinalis, vertebrae, corpus dan sentrum,costae (rusuk), dan sternum (tulang dada). Skeleton apendikular dibangun oleh gelang pectoral dan gelang pelvic. Gelang pectoral padanya melekat ekstremitas depan yang dapat berupa rawan dan tulang. Gelang pelvic padanya melekat ekstrimitas belakang juga dapat berupa rawan atau tulang. Tulang anggota gerak atas meliputi tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius), tulang pangkal tangan (karpus), tulang telapak tangan (metacarpus), dan jari tangan (falang). Tulang hasta terletak satu garis dengan kelingking, sedangkan tulang pengumpil terletak satu garis dengan ibu jari (Syamsuri, 2004).

Tulang anggota gerak bawah meliputi tulang paha (femur), tulang tempurung lutut (patella), tulang betis (fibula),tulang kering (tibia),tulang pangkal kaki (tarsal), tulang telapak kaki (metatarsus), dan tulang jari kaki (falang). Tulang-tulang tungkai menyangga tubuh untuk berdiri sehingga dapat bebas bergerak (Syamsuri, 2004).

4.1.2 Cranium tampak depan dan samping

Keterangan gambar:

Cranium tampak dari depan Cranium tampak dari samping:

1. tulang parietal 12. sutura koranalis

  1. sutura sagitalis 13. tulang temporal
  2. tulang frontal 14. tulang sfenoid
  3. foramen optic 15. prosesus kronoideus
  4. legkung zigomatik 16. meatus akustikus eksterna
  5. tulang zigomatik 17. prosesus kundiloideus
  6. nasal 18. sutura lamdoidalis
  7. maksila 19. sutura skuamoideus
  8. ramus 20. tulang oksipital
  9. mandibula 21. Condyle

22. Coronoid process

Deskripsi:

Tulang tengkorak merupakan salah satu endoskelet yang terdapat di daerah kepala. Tersusun oleh bagian–bagian tulang yang bermacam–macam yang menjadi satu kesatuan yang kompleks. Pada kraniun terdapat neurocranium, splanchnocranium (viscerocranium), dan dermatocranium. Neurocranium merupakan tulang tempat otak disimpan. Splanchnocranium merupakan tulang atau skelet yang mengelilingi mulut, faring, dan insang. Dan dermatocranium adalah seluruh skelet cranium yang berasal dari penulangan dermal, baik neuro maupun splanchnocranium (Nurhayati, 2004).

Penulangan yang terjadi pada neurocranium menghasilkan 5 kelompok tulang yaitu orbitoshenethmoid, sphenoid posterior, occipital, nasal, dan tulang–tulang kapsula optik. Spanchnocranium tersusun atas suatu rangkaian yang mengelilingi bagian anterior tructus digestivus dan tersusun atas cartilage yang berpasangan dan cartilage medialis (Nurhayati, 2004).

Dermatocranium adalah tulang–tulang dermal yang melindungi neurocranium. Ada beberapa tulang dermal berdasarkan lokasinya:

1. Tulang dermal daerah neurocranium

Terdiri dari pasangan tulang nasal, frontal, dan parietal

2. Tulang dermal sekeliling orbital

Terdiri dari tulang lakrimal, tulang squamasal, dan tulang intertemporal.

3. Tulang dermal pada rahang atas

4. Tulang dermal pada patalal atau tulang langit–langit

5. Tulang – tulang dermal pada rahang bawah (Nurhayati, 2004).

4.1.3 Cranium tampak atas dan bawah


4.2.2 Cranium tampak atas dan bawah

Keterangan gambar:

Cranium Tampak Atas Cranium Tampak dari Bawah

  1. tulang oksipital 9. tulang oksipital
  2. sutura karonalis 10. foramen magnum
  3. sutura sagitalis 11. condiloideus
  4. sutura lamboidalis
  5. tulang frontal
  6. tulang parietal

Deskripsi:

Cranium bila dilihat dari atas dan bawah akan tampak seperti gambar di atas. Pada penampakan atas tampak batas-batas yang memisahkan bagian depan, belakang, samping kanan, dan samping kiri yang disebut sutura. Sutura tidak bisa bergerak. Oksipital meliputi eksooksipital dan basioksipital. Basioksipital membatasi bagian ventral foramen magnum serta kondulis oksipital merupakan penonjolan dari tulang oksipital untuk persendian dengan atlas yang memungkinkan pergerakan pada leher (Thobodeau, 1987).

4.1.4 Thoracalis Tampak Depan dan Bawah


Keterangan gambar:

1. prosessus spinosus

2. prosessus tranversus

3. feromen vertebrae

4. postzigofisis

5. sentrum

6. lamina

7. pedicle

8. faset for articulation rib

9. body

Deskripsi:

Vertebrae thoracalis ditandai dengan adanya prosesus spinosus yang lebih panjang serta kukuh dibandingkan dengan vertebrae yang lain. Prosessus tranversus atau taju sayap terdapat disamping kiri dan kanan lebih pendek dibanding dengan prosessus spinosusnya. Terdapat feromen vertebare yang merupakan lubang tempat sumsum tulang belakang. Sentrumnya merupakan tipe heterocoel dimana permukaan depan dan belakang berbentuk pelana. Vertebrae thoracalis terdiri dari 12 ruas. Badan ruas besar dan kuat. Prosessus spinosusnya panjang dan melengkung. Pada bagian dataran sendi sebelah atas, bawah kiri, dan kanan membentuk persendian dengan tulang iga.

(Gardner, 1995)

4.1.5 Lumbar vertebrata


tampak depan tampak bawah

Keterangan gambar

1. spinosus prosesus

2. prosesus transverses

3. postzygapofisis

4. thorachalis

5. sentrum

Deskripsi

Vertebrae lumbalis (tulang pinggang) bentuknya lebih besar dari vertebrae thoracalis. Terdapat arcus neuralis untuk melindungi sumsum tulang belakang serta foramen vertebrae yaitu rongga tempat sumsum tulang belakang. Vertebrae lumbalis terdiri dari 5 ruas. Badan ruasnya besar, tebal, dan kuat. Bagian ruas kelima yang agak menonjol disebut promontorium (Yatim, 1994).

4.1.6 Sakralis


Keterangan gambar :

1. Sentrum vertebral sakral pertama

2. Prosesus artikularis

3.Kanalis sakralis

6. Prosesus transverses

7. Krista media

8. Foramen sakralis anterior

Deskripsi:

Sakralis berhubungan dengan tulang-tulang vertebrae. Sakralis juga terdiri atas 5 ruas. Ruas-ruasnya menyatu sehingga menyerupai sebuah tulang. Pada bagian depan atau belakang akan tampak lubang-lubang kecil yang disebut foramen sakralis yang merupakan tempat lalunya pembuluh darah, saraf, dan ligamentum. Selain foramen terdapat pula suatu prosessus yang merupakan suatu tonjolan atau taju. Prosesus tersebut berfungsi untuk persendian dengan vertebrae tetangganya dan sebagai tempat perlekatan urat atau tendon (Yatim, 1994).

4.1.7 Tulang dada (sternum)

Keterangan gambar:

1. Manubium sternis

2. Corpus sterni

3. Prosesus xyphoid

Deskripsi:

Tulang dada berbentuk seperti pisau belati. Tulang dada terdiri dari tiga bagian, yaitu hulu (manubrium), badan, dan taju pedang (xipoid processus). Manubrium bersambungan denagan klavikula dan tulang rusuk pertama. Bagian badan merupakan tempat melekatnya 9 tulang rusuk berikutnya.

(Syamsuri, 2004)

4.1.8 Tulang rusuk (costae)

Keterangan gambar:

1. Faset for vertebral body

2. Faset for transverse process

3. Head

4. Neck

5. Tubercle

6. Angle

7. Costal groove

8. For costal cartilage

Deskripsi:

Rusuk adalah penengerasan kartilago intesegmental atau penggantian tulang yang berartikulasi dengan tulang belakang. Awalnya mereka adalah perpanjangan dari sumbu yang bertambah lengkung. Tulang- tulang itu kemudian mengalami osifikasi atau pengerasan pada tulang

(Hildebran, 1988)

Tulang rusuk sejati ada 7 pasang dan melekat langsung pada tulang dada. Tulang rusuk palsu ada 5 pasang, yaitu 3 tulang rusuk yang melekat pada tulang rusuk di atasnya, dan 2 pasang tulang rusuk melayang (Syamsuri, 2004).

4.1.9 Tulang gelang panggul (pelvic)

tampak depan tampak atas

Keterangan gambar:

1. Fofea dentis 3. Sentrum

2. Prosesus transverses 4. Arkus revialis

Deskripsi:

Gelang panggul (pelvic) terdiri dari tulang illium, tulang duduk (ischium), dan tulang kemaluan (pubis). Pada gelang panggul melekat ekstrimitas belakang juga dapat berupa rawan atau tulang. Gelang pelvic berhubungan dengan columna vertebratalis melalui vertebral sacral dan dianggap berasal dari sepasang pterygiphore basal (Nurhayati, 2004).

4.2 Pembahasan

Telah dilakukan praktikum yang berjudul sistem rangka. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami struktur anatomi dan histologi tulang rawan dari mamalia (vertebrata). Metode yang dilakukan adalah menyebutkan nama-nama tulang penyusun rangka tubuh manusia dan rangka sapi. Rangka manusia dan sapi memiliki kesamaan struktur dan tulang penyusunnya karena keduanya merupakan vertebrata dari kelas mamalia.

Skeleton adalah istilah untuk rangka tubuh hewan. Pada vertebrata, skeleton tersusun oleh kartilago, tulang dan kombinasi keduanya. Skeleton merupakan endoskeleton yang berasal dari mesodermis. Sistem rangka adalah susunan dari berbagai bentuk tulang yang saling berhubungan dan membentuk suatu sistem. Sistem rangka dibagi menjadi 2 bagian, yaitu skeleton axial dan skeleton apendikuler. Skeleton axial terdiri dari tulang tengkorak, columna spinalis, vertebrae, corpus dan sentrum, costae (rusuk), dan sternum. Skeleton apendikular dibangun oleh gelang pectoral tempat melekatnya ekstrimitas depan dan gelang pelvic tempat melekatnya ekstrimitas belakang.

(Nurhayati, 2004)

Tulang tengkorak merupakan salah satu endoskelet yang terdapat di daerah kepala. Tersusun oleh bagian–bagian tulang yang bermacam–macam yang menjadi satu kesatuan yang kompleks. Pada kraniun terdapat neurocranium, splanchnocranium (viscerocranium), dan dermatocranium. Neurocranium merupakan tulang tempat otak disimpan (Nurhayati, 2004).

Tulang belakang berfungsi membentuk sumbu tubuh. Tulang belakang bersifat fleksibel (tidak kaku) karena beruas dan setiap ruas dihubungkan oleh cakram interverbal yang tersusun dari tulang rawan. Persendian antara ruas-ruas tulang belakang memungkinkan gerakan ke depan, belakang, dan samping. Bentuk tulang belakang secara keseluruhan melengkung untuk menguatkan dan menyeimbangkan bentuk tubuh saat berdiri (Syamsuri, 2004).

Tulang belakang terdiri dari 7 ruas tulang leher, 12 ruas tulang punggung, 5 ruas tulang pinggang, serta tulang kelangkang (sacrum) dan tulang ekor. Pada orang dewasa, tulang kelangkang tunggal merupakan gabungan dari 5 ruas tulang belakang. Demikian juga tulang ekor merupakan tulang tunggal hasil fusi 4 atau 5 tulang belakang (Syamsuri, 2004).

Rusuk adalah penengerasan kartilago intesegmental atau penggantian tulang yang berartikulasi dengan tulang belakang. Tulang rusuk sejati ada 7 pasang dan melekat langsung pada tulang dada. Tulang rusuk palsu ada 5 pasang, yaitu 3 tulang rusuk yang melekat pada tulang rusuk di atasnya, dan 2 pasang tulang rusuk melayang (Syamsuri, 2004).

Tulang dada berbentuk seperti pisau belati. Tulang dada terdiri dari tiga bagian, yaitu hulu (manubrium), badan, dan taju pedang (xipoid processus). Manubrium bersambungan denagan klavikula dan tulang rusuk pertama. Bagian badan merupakan tempat melekatnya 9 tulang rusuk berikutnya.

(Syamsuri, 2004)

Tulang anggota gerak atas meliputi tulang lengan atas (humerus), tulang hasta (ulna), tulang pengumpil (radius), tulang pangkal tangan (karpus), tulang telapak tangan (metacarpus), dan jari tangan (falang). Tulang hasta terletak satu garis dengan kelingking, sedangkan tulang pengumpil terletak satu garis dengan ibu jari (Syamsuri, 2004).

Tulang anggota gerak bawah meliputi tulang paha (femur), tulang tempurung lutut (patella), tulang betis (fibula),tulang kering (tibia),tulang pangkal kaki (tarsal), tulang telapak kaki (metatarsus), dan tulang jari kaki (falang). Tulang-tulang tungkai menyangga tubuh untuk berdiri sehingga dapat bebas bergerak (Syamsuri, 2004).

Jaringan tulang berkembang dari osifikasi intramembranosa yang terjadi di dalam suatu lapisan (membran) jaringan ikat atau dengan endokondral yang terjadi di dalam model rawan. Model tersebut secara berangsur–angsur dihancurkan dan digantikan oleh tulang yang dibentuk dari sel–sel yang berasal dari jaringan ikat periosteum didekatnya. Berdasarkan cara pembentukannya osifikasi dibedakan menjadi dua yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi endokondral (Nurhayati, 2004).

1. Osifikasi Intramembranosa

Osifikasi Intramembranosa terjadi di dalam jaringan ikat, os parientalis, os fronlatis, tulang tengkorak,os oksipitalis, os temporalis, mandibula dan maksila. Proses ini dimulai ketika kelompok- kelompok menyerupai fibroblast muda berdiferensiasi menjadi osteoblast. Kemudian terjadi sintesa osteoid dan kalsifikasi yang menyebabkan penyelubungan beberapa osteoblast menjadi osteosit. Pulau – pulau tulang yang sedang berkembang disebut spikulum. Sel membrane jaringan ikat memebelah diri, sehingga menghasilkan lebih banyak osteoblast sebagai pusat osifikasi. Beberapa pusat osifikasi tulang tumbuh secara radial dan akhirnya bersatu menggantikan jaringan ikat pertama (Nurhayati,2004).

2. Osifikasi Endokondral

Osifikasi endokondral terjadi di dalam suatu potongan jaringan rawan hyaline yang bekerja mirip uluran kecil tulang yang akan dibentuk. Jenis osifikasi ini un tuk pembentukan tulang pendek dan tulang panjang. Osifikasi endokonral terdiri dari dua proses:

Peroses 1: Hipertrofi dan destruksi kondrosit sehingga menghasilkan lakuna yang meluas dan dipisahkan oleh spectrum matriks rawan yang mengalami kalsifikasi.

Proses 2 : Tunas osteogenik yang terdiri dari prekursor osteogenik dan kapiler darah yang menembus ke dalam ruang–ruang yang ditinggalkan oleh kondrosit yang mengalami degenerasi. Sel yang belum berdiferensiasi menghasilkan osteoblast sehingga tulang terbentuk di tempat dimana dulu terdapat rawan (Nurhayati,2004).

Berdasarkan bentuknya tulang dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu tulang pipa, tulang pipih dan tulang pendek.

1. Tulang Pipa

Disebut tulang pipa karena bentukknya seperti pipa, yaitu bulat, memanjang, bagian tengahnya berlubang. Contohnya tulang lengan, tulang paha, tungkai, dan ruas-ruas tulang jari. Tualang pipa terdiri dari 3 bagian, yaitu kedua ujung yang bersendian denagn tulang lain disebut epifisis, bagian tengah disebut diafisus, dan antara epifisis dan diafisis dalah cakra epifisis (Syamsuri, 2004).

2. Tulang Pipih

Tulang pipih bentuknya pipih, terdiri atas lempengan tulang kompak dan tulang spons. Di dalamnya berisi sumsum merah. Sumsum merah berfungsi sebagai tempat pembuatan sel-sel darah merah dan sel-sel dahar putih. Contohnua tulang rusuk, tulang dada, tulang belikat, tulang panggul dan tulang dahi (Syamsuri, 2004).

3. Tulang Pendek

Tulang pendek sering disebut sebagai ruas tulang karena bentuknya bulat dan pendek. Di dalamnya berisi sumsum merah yang berfungsi sebagai tempat pembuatan sel darah putih. Contoh tulang pendek adalah tulang-tulang pada pergelangan tangan, pergelangan kaki, telapak tangan dan telapak kaki serta ruas-ruas tulang belakang.

Berdasarkan zat penyusunnya, tulang dapat dibedakan menjadi tulang keras dan tulang rawan. Tulang keras adalah tulang yang dibentuk oleh sel-sel pembentuk tulang (osteoblast) dan mengalami kalsifikasi. Tulang keras tersusun atas elemen sekunder dan elemen interseluler. Sedangkan tulang rawan adalah tulang yang tersusun dari tulang rawan yang disebut kondrosit dan memiliki ruang antar sel yang terisi banyak zat perekat dengan sedikit zat kapur sehingga bersifat lentur (Syamsuri, 2004).

Sehingga apabila kita simpulkan, banyak sekali perbedaan dari tulang keras dan tulang rawan. Perbedaan itu dapat dilihat pada table di bawah ini:

No.

Pembeda

Tulang keras

Tulang rawan

1.

Penyusun

Sel-sel tulang (osteoblast) dan matriks

Kondrosit dan serat kolagen

2.

Osifikasi

Sudah mengalami osifikasi

Belum mengalami osifikasi

3.

Pembagian

Tidak ada

- Tulang rawan hialin

- Tulang rawan elastis

- Tulang rawan serabut

4.

Contoh

Tulang paha, tulang belakang, tulang dada

Hidung, laring, trakhea, antar ruas tulang belakang, dan daun telinga

(Nurhayati, 2004)

Fungsi rangka pada vertebrata mempunyai beberapa fungsi yaitu:

1. Menegakkan badan, misalnya tulang-tulang punggung

2. Memberi bentuk badan, misalnya tulang-tulang tengkorak member bentuk wajah

3. Melindungi bagian-bagian tubuh yang penting

4. Tempat melekatnya otot

5. Tempat pembuatan sel darah merah dan sel darah putih

6. Sebagai alat gerak pasif

(Syamsuri, 2004)

BAB V

KESIMPULAN

Kesimpulan yang dapat diperoleh dari percobaan ini adalah sistem rangka merupakan susunan dari berbagai bentuk tulang yang saling berhubungan dan membentuk suatu sistem. Sistem rangka dibagi menjadi 2 bagian, yaitu skeleton axial dan skeleton apendikuler. Skeleton axial terdiri dari tulang tengkorak, columna spinalis, vertebrae, corpus dan sentrum, costae (rusuk), dan sternum. Skeleton apendikuler dibangun oleh gelang pectoral tempat melekatnya ekstrimitas depan dan gelang pelvic tempat melekatnya ekstrimitas belakang. Sistem rangka dibentuk melalui peristiwa osifikasi atau pengerasan tulang rawan menjadi keras melalui dua proses yaitu osifikasi intramembranosa dan osifikasi endokondral.

DAFTAR PUSTAKA

Gardner. 1995. Anatomi. UI Press. Jakarta

Hildebrand, Milton.1988. Analisis of Vertebrate Structure. John Willey and Sons, Inc. Canada

Nurhayati, Awik Puji Dyah. 2004. Diktat Struktur Hewan. ITS. Surabaya

Syamsuri, Istamar. 2004. Biologi. Erlangga. Jakarta

Thiobodeau. 1987. Anatomy and phisiologi. Times Miror Moski. England

Yatim. 1992. Histologi Modern. Larsita. Bandung

DISKUSI

  1. Sebutkan bagian-bagian dari tulang Cranium:

Jawab:

- tulang temporal - tulang maksila

- tulang frontal - tulang mandibula

- tulang sfenoid - tulang koronideus

- tulang nasal - tulang skuamaideus

- tulang zigomatik - tulang lamdoidalis

- tulang oksipitalis - tulang orbital

- tulang parietal

- tulang lekrimal

  1. Sebutkan bagian-bagian dari kolumna vertebralis!

Jawab:

- vertebrae cervicalis = 7 ruas

- vertebrae thoracalis = 12 ruas

- vertebrae lumbalis = 5 ruas

- vertebrae sacralis = 5 ruas

- vertebrae caudalis = 4 ruas

Share:

1 comment:

  1. Thanks for sharing :)
    materinya sangat membantu..

    visit my page : http://erisoncs.student.ipb.ac.id

    ReplyDelete

Request, Suggestions & Feedback

Request, Suggestions & Feedback

Translate