This Blog is under maintenance. please keep support our blog. thanks.

Labels

Tuesday, June 12, 2012

Laporan Praktikum Kimia Organik Uji Asam Kromat

Uji Asam kromat

Digunakan untuk menguji aldehid dan keton,aldehid merupakan senyawa yang lebih mudah dioksidasi menjadiasam karbosilat oleh asam kromat. Uji positif dari sini adalah munculnya warna hijau atu hilangnya waran orange dari reagen. Keton merupakan senyawa yang idak memberikan reaksi positif terhadap reagen ini

2 RCHO + H2CrO + 3H2SO4 3RCOOH + Cr2(SO4)3 + 4H2O

b. Uji Tallens

Aldehid askan bereaksi dengan reagen ini dan membentuk endapan perak sedangkan pada keton tidak bereaksi.

RCHO + Ag(NH2)2 3Agl + RCOO NH4+ + H2O + NH3

Endapan Perak

c. Uji Benedict

Aldehid dapat dioksidasi oleh reagen ini menjadi asam hasil positif pada aldehid ditandai dengan timbulnya endapan yang berwaran merah bata

Cu(OH)2+ R - COH Cu2O + RCOOH + H2O

d. Uji Indoform

Tes possitif dari reagen ini ditandai dengan munclnya warna kuning ini muncul disebabkan oleh adanya campuran yang dipanaska.indoform mudah untuk mengoksidasi metal keton atau senyawa yang mudah diubah menjadi metal keton, sedangkan Iodoform dengan aldehid sulit untuk direaksikan

i� e e g �ܽ @ü '> Larutan NaHSO3 jenug sebanyak 5 ml dimasukan kedalam erlemeyer 50 ml dan larutan didinginkan dalkam air Es ditambahkan 2,5 ml aseton setetes demi setetes sambil diaduk,setelah 5 menit ditambahkan 20 ml ethanol untuk kristalisasi, kemudian kristal disaring dengan Hirsch atau Bucher kecil.

3.3.4 Pengujian dengan fenilhidrazin

Fenilhidranzin sebanyak 5 ml ditempatkan dalam tabung reaksi besar, kemian ditambahakn masing – masing 10 tetes bahan uji(Benzaldehic dan sikloheksanon). Tabung ditutp dan digunakan dengan kuat selama 1 – 2 menit sehingga menjadi kristal, kemudian kristal disaring dengan corong Hirsch, dicuci dengan sedikit air dingin, dan dikristalisasi dengan sedikit metanol dan etanol, dikeringkan dan ditentukan titik lelehnya.

Dengan cara yang sama, digunakan 2,4 dinitrofenilhidrozin, dan dibuat turunan benzaldehid dan sikloheksanon kemudian ditentukan titik lelehnya.

3.3.5 Pembuatan oksim

3.3.6 Reaksi haloform

3.3.7 Kondensasi aldol

t:� . p �ܽ @ü ight:200%'>Hidroksilamin sebanyak 1 gr, HCl dan 1,5 gr natrium asetat dilarutkan dengan 4 ml air, di dalam erlenmeyer 50 ml, larutan dipanaskan sampai 35o, kemudian ditambah sikloheksanon, labu ditutup dan digoncangkan selama 1-2 menit, dilihat waktu pada saat zat padat sikloheksanon-oksim akan terbentuk. Labu didinginkan dalam lemari es, kristal disaring dengan corong Hirsch, dicuci dengan 2 ml air es, dikeringkan dan ditentukan titik lelehnya.

3.3.6 Reaksi haloform

Lima tetes aseton dalam 3 ml larutan NaOH 5% ditambah 10 ml larutan kalium iodida (Cara membuat : 25 gr iodium dilarutkan dalam larutan 50 gr kalium iodida dalam 200 ml air), sambil digoncang-goncang sampai warna coklat tidak hilang lagi. Iodoform yang berwarna kuning mengendap dan berbau khas. Bahan yang diuji isopropanol, 2 pentanon dan 3 pentanon.

3.3.7 Kondensasi aldol

a) Asetaldehid sebanyal 0,5 ml ditambah 4 ml larutan NaOH 1%, digoncang dan baunya dicatat. Campuran reaksi dididihkan selama 3 menit, dicatat bau tengik dari krotonaldehid.

b) Peralatan untuk merefluks disusun. 10 ml etanol, 1 ml aseton, 2 ml benzaldehid, dan 5 ml larutan NaOH 5% ditempatkan dalam labu 50 ml. Campuran direfluks selama 5 menit. Labu didinginkan dan sisa kristal dikumpulkan dengan corong Buchner. Produk direkristalisasi dengan etanol, kemudian ditentukan titik lelehnya.

DAFTAR PUSTAKA

Fessenden, dan Fessenden. (1992). “Kimia Organik jilid II”. Erlangga. Jakarta.

Mukherji, S. M. (1983). “Organic Chemistry”. New Age International United. New Delhi.

Dine, S. H. (1988). “Kimia Organik jilid I”. ITB. Bandung.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Request, Suggestions & Feedback

Request, Suggestions & Feedback

Translate

Blog Archive